digital marketing agency jakarta, jasa digital marketing, digital agency jakarta, marketing agency

14 HARI KONTEN LINKEDIN ADS PART II [WORKPLAN]

Halo semua, ini adalah lanjutan dari artikel 14 hari konten linkedin ads yang sebelumnya bersambung pada hari ke tujuh.

Pada artikel ini kita akan kupas tuntas seluruh lanjutan dari 14 hari konten linkedin ads dengan besar harapan setelah membaca artikel ini dapat langsung anda praktekan.

Oke langsung saja kita mulai dari hari ke 8.

Hari 8 : A/B Test

A/B test adalah sebuah tes yang dilakukan dengan merubah salah satu variable untuk melihat adakah peningkatan kinerja dari metric yang ada.

Dengan linkedin campaign manager tool, anda akan mempelajari bagaimana caranya mempromosikan posting yang sama dengan audiences yang berbeda.

Kalau anda ingin melakukan tes terhadap strategi targeting, anda bisa mempersiapkan dua buah campaign yang benar benar sama disemua hal namun pergunakan  target market yang berbeda.

Ingin melihat manakah konten yang perform lebih baik untuk professional pada level senior berbanding dengan level junior? Lakukan A/B tes pada semua variable kecuali level posisi.

Pertama, dengan membuat campaign yang ingin anda promosikan. Sesuaikan setiap kreatif, budget, dll lalu buat replica campaign yang persis untuk campaign ke dua.

Setelah anda memiliki dua buah campaign yang sama persis, mulailah merubah salah satu variable –contohnya : lakukan perubahan pada targeting, gambar, atau caption – lalu posting dan bandingkan tingkat efektifitasnya.

Linkedin merekomendasikan agar hasil tes maksimal untuk menayangkan iklan tersebut selama minimal dua minggu sebelum anda melakukan perhitungan hasil.

SPONSORED CONTENT

Campaign konten yang dipromosikan melalui channel berbayar atau iklan yang berdasarkan dari posting yang sudah anda buat pada linkedin company profile page anda.

DIRECT SPONSORED CONTENT

Dengan fitur ini anda dapat secara langusng membuat post ke linkedin feed target market anda tanpa perlu memilki konten original yang awalnya sudah di post terlebih dahulu pada linkedin company page anda.

Ini merupakan fitur yang tepat untuk memberlakukan A/B tes agar mengetahui apakah konten anda akan bekerja dengan baik dan menarik bagi followers atau audience anda yang baru.

Baca juga artikel mengenai : 4 CARA OPTIMASI SOSIAL MEDIA [2018]

digital marketing agency jakarta, jasa digital marketing, digital agency jakarta, marketing agency

Hari 9 : Implementasi Konversi

Mempergunakan sponsored content adalah salah satu cara paling efektif dalam mendapatkan leads, tetapi untuk dapat memaksimalkan sponsored konten anda sangat penting untuk mempertimbangkan data mengenai nilai konversi datangnya dari konten yang mana.

Pergunakan linkedin insight tag untuk dapat melihat nilai konversi serta mengetahui jenis audience seperti apa yang menyukai sponsored content anda. Ini akan membantu anda menghitung berapa banyak leads yang anda dapat konversi pada setiap campaign.

Mengerti setiap nilai ROI dari setiap campaign anda dan mengoptimalkan rencana campaign di masa mendatang untuk hasil yang jauh lebih efektif.

Berkut kami rangkum sedikit cara untuk mengimplementasikan konversi :

  1. Pertama adalah log in ke campaign manager
  2. Pilih dimana anda ingin mengimplementasikan konversi
  3. Tambahkan linkedin insight ke wesite anda
  4. Buat sebuah trigger untuk setiap action yang anda ingin konversi
  5. Tambahkan trigger tersebut kedalam campaign anda
  6. Lakukan pengukuran performa dengan analitik
digital marketing agency jakarta, jasa digital marketing, digital agency jakarta, marketing agency

Hari 10 : Nama Campaign

Berbicara mengenai pengembangan dari strategi periklanan, ada baiknya untuk mempertimbangkan bagaimana anda dapat membuat laporan dan memonitor iklan yang anda buat sepanjang waktu.

Hal ini lah yang mendasari pentingnya membuat nama campaign secara terstruktur untuk setiap campaign iklan anda.

Dengan memiliki struktur nama akan membantu perusahaan anda dalam mengorganisir setiap campaign, sehingga menjadi lebih mudah ditemukan serta bila memungkinkan dapat diulang dan di update untuk kedepannya.

Berikut beberapa saran dalam penggunaan struktur nama yang mungkin anda bisa pertimbangkan :

  • Nama Produk
  • Referensi judul campaign marketing
  • Tipe campaign
  • Kriteria Targeting (geografis, demografis, region, industry, dll)

Dengan struktur penamaan yang baik akan memudahkan tim dari divisi lain untuk dapat mengidentifikasi campaign yang berguna untuk mereka.

Baca juga artikel mengenai : 17 STRATEGI SOSIAL MEDIA MARKETING [UPDATE]

digital marketing agency jakarta, jasa digital marketing, digital agency jakarta, marketing agency

Hari 11 : Mengembangkan Strategi Targeting

Linkedin memiliki nilai lead yang sangat berharga karena linkedin sendiri merupakan jaringan professional sehingga memudahkan untuk B2B marketers untuk mengambil keuntungan dari targeting mereka.

Menurut data riset yang dirilis oleh linkedin bahwa ada sekitar 80% B2B leads yang berhasil dijaring lewat social media linkedin.

Bagaimana caranya untuk mengidentifikasi target audiences untuk sponsored content anda? Ada beberapa yang dapat anda pilih dari sekian banyak kriteria targeting dari linkedin, antara lain :

  • Rich demographic data (Job function, seniority, geografis, industry)
  • Interest-based targeting (group membership, skills, disiplin ilmu)
  • Persona Targeting (pencari kerja, Opinion leaders, Mass Affluent, dll)
  • Audience data milik anda sendiri (daftar target account yang tim anda miliki)

Pastikan anda juga mengkombinasikan seluruh fitur yang ada agar konten anda dapat dimaksimalkan ke efektifannya terhadap target.

A/B tes adalah salah satu cara terbaik untuk menghindar dari yang namanya hyper targeting. Dengan menggunakan A/B tes kita bisa melihat manakah kombinasi yang paling efektif.

Cara melakukan A/B tes yang benar adalah dengan merubah salah satu variable dari dua campaign yang identik untuk melihat pengaruhnya terhadap hasil dari campaign tersebut.

Analisa dan monitor setiap hasil dari targeting yang dari sponsored content yang anda laksanakan, baik itu secara jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam jangka pendek, penggunaan sponsored content membantu anda membuat sebuah jaringan audiences yang luas serta membuat konten anda tepat berada di depan audiences anda.

Namun dalam jangka panjang sponsored content anda memerlukan yang namanya tes, analisa dan pembuatan konten baru untuk mengetahui bagaimana menjangkau audiences baru dan leads potensial secara konsisten.

digital marketing agency jakarta, jasa digital marketing, digital agency jakarta, marketing agency

Hari 12 : Strategi Budgeting.

Sebelumnya anda telah melakukan setup untuk konten campaign anda, juga telah membentuk targeting strategi anda, semua sepertinya sudah siap. Sekarang saatnya untuk membahas tentang bagaimana anda mem budget untuk sponsored content anda,

Linkedin ads bekerja berdasarkan system second price auction. Dimana saat anda melakukan setup campaign anda akan menaruh patokan nilai “bid” yang mau anda bayarkan untuk menampilkan campaign anda.

Linkedin akan menentukan sponsored content milik siapa yang akan ditampilkan berdasarkan nilai bid tertinggi dan performa campaign yang sebelumnya (yang artinya apabila anda pernah menggunakan sponsored content sebelumnya, akan menjadi pertimbangan yang membantu)

Saat linkedin sudah menentukan pemenang dari “bid” tersebut anda hanya perlu membayar sesuai dengan nilai yang anda ajukan untuk dapat tayang.

Penentuan biaya tergantung dari kepopuleran kriteria dari target audiences yang anda pilih, jadi mengoptimalkan strategi bidding adalah kuncinya.

Untungnya, Linkedin memberikan beberapa tips untuk membuat budgeting yang dapat membantu efektifitas strategi anda sehingga mendapat hasil sepeti yang anda inginkan.

  • Batasi penggunaan fitur targeting hanya sebatas yang anda perlukan saja.
  • Siapkan budget yang kompetitif untuk meningkatkan kemungkinan content anda ditayangkan.
  • Apabila ada kesulitan dalam delivery content, perlahan naikan budget harian anda hingga mendapat hasil maksimal.

Hari 13 : Tes Content Creative

Kalau anda melakukan A/B test pada strategi targeting anda, mungkin anda juga bisa mempertimbangkan untuk melakukan tes creative assets pada setiap campaign

Melakukan tes gambar pada salah satu campaign merupakan cara yang paling baik untuk mengetahui apakah secara visual sponsored content anda beresonansi dengan baik terhadap audience anda.

Pada Linkedin Campaign Manager anda dapat memilih beberapa creative asset untuk setiap campaign, sehingga memudahkan untuk melakukan tes beberapa tipe visual berbeda dengan pesan yang sama.

Linkedin merekomendasikan untuk setidaknya menguji 4 visual berbeda dan memilih opsi “rotate variations evenly” untuk memastikan bahwa anda melakukan tes yang sesuai.

Saat anda memilih opsi “rotate cariations evenly”, Campaign manager akan mengambil sample impresi yang di dapat pada awal campaign dan menggunakannya untuk menentukan mana creative asset yang memiliki perform terbaik untuk campaign anda.

Setelah beberapa kali penayangan, Campaign Manager akan menggunakan display creative asset yang memiliki performa optimal pada hasil campaign anda.

Ukuran visual display :

  • 1.91:1 ratio (1200x627px)
  • Visual harus memiliki lebar diatas 200 pixel.
  • Tampilan visual pada smart phone tidak akan di crop, tampilan full pada ukuran lainnya.
  • Ukuran data tidak lebih dari 100MB
  • Teks memiliki 150 karakter termasuk link url ke landing pages

Supported types:

  • JPG, GIF, PNG, PDF, PPT, PPS, PPTX, PPSC, POT, POTX, DOC, DOCX, RTF (MSOFFICE), Apple  iWork Pages, ODT, ODP
  • Animasi GIF tidak support.
digital marketing agency jakarta, jasa digital marketing, digital agency jakarta, marketing agency

Hari 14 : Mengoptimalkan dan Memonitor

Tujuan utama anda melakukan perencanaan dan melakukan persiapan ini semua adalah agar sponsored campaign anda sukses sehingga mendapatkan ROI yang sesuai.

What’s the point  of optimizing your Sponsored Content if you’re not sure what results  you’re getting? That’s why monitoring your campaign, understanding what’s working  and  what’s not, and  optimizing your future  campaigns based on the data you’ve uncovered is essential.

Sangat percuma apabila anda mengoptimalkan sponsored content namun tidak tahu bagaimana cara mengukur hasil yang anda dapat.

Oleh karena itu anda harus memonitor campaign yang ada, mengerti dan paham mana yang memiliki performa bagus sehingga anda dapat mengoptimalkan campaign anda yang akan datang.

Ini ada beberapa patokan dari KPI yang mungkin anda bisa gunakan, silahkan di cek :

  • Website traffic
  • Conversions
  • Cost per Conversion
  • Conversion Rate
  • Engagements
  • Quality Leads

Tidak semua perusahaan menggunakan KPI metriks yang sama, jadi gunakan KPI metriks yang memilki pendekatan paling relevan untuk perusahaan anda.

Pastikan bahwa anda memonitor informasi yang sama pada seluruh campaign sponsored content yang anda buat sehingga anda dapat melakukan komparasi data.

Apakah anda melaporkan performa campaign ke pemilik perusahaan atau ke manajer tim, sangat penting untuk dapat menganalisa dan membuat laporan yang didasari dengan KPI metriks diatas.

Dengan menggunakan metriks diatas anda dapat menentukan

  • Quality Leads : Apakah leads yang dihasilkan memiliki potensi untuk menjadi user anda.
  • ROI : Apakah budget yang anda gunakan memberi timbal balik keuntungan ke perusahaan.
  • CPC : Berapa biaya yang dibutuhkan untuk mendapat leads.
  • Hasil A/B Test & Eksperimen : Apa yang dipelajari dari melakukan A/B tes campaign anda.

Tidak ada yang namanya campaign yang sempurna karena semua didasari dari target dan tujuan campaign tersebut, jadi anda bisa tetap melakukan tes dari beberapa topic dan format untuk mendapatkan hasil maksimal yang beresonansi baik dengan audience.

Pergunakan data dan informasi yang didapat pada setiap tes untuk membuat strategy anda perform lebih bagus, baik itu secara organic maupun sponsored content.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *